Cegah Kanker
Akhir-akhir ini berita mengenai wabah kanker servik sudah tidak asing lagi di dengar. Tentu hal semacam ini perlu kita perhatikan lebih lagi. Zaman modern penyakit semakin berkembang, untuk itu pola makan yang sehat dan pola hidup sehat harus di biasakan. Khususnya bagi para wanita yang rentan sekali terkena kenker serviks. Untuk itu Admin menyediakan pembalut wanita yang aman dan higienis, sejuk di pakai, tidak berbau, dan bukan dari bahan daur ulang.
Yang berminat hubungi num ne 081958404484
Friday, 29 March 2013
Tuesday, 22 January 2013
Bagaimana cara
menciptakan dunia yang damai tanpa kekerasan karena konflik Agama?
Agama adalah salah satu hal yang paling unik dan paling kompleks
ketika dibahas. Karena agama selalu menyangkut pada semua segi kehidupan,
apalagi khususnya di negara Indonesia. Di masa silam, perang agama pernah
terjadi bahkan sampai sekarang konflik karena perbedaan agama seringkali
menjadi pemicu terjadinya berbagai masalah dalam kehidupan bermasyarakat,
misalnya Perang Salib. Tapi mengapa hal seperti ini sampai bisa terjadi?
Padahal dalam sebuah agama tentu diajarkan untuk hidup dengan rukun dan damai
dengan sesama manusia. Bukan saling menjatuhkan dan menghancurkan. Tapi, kita
tidak dapat menutup mata, bahwa kenyataan yang terjadi tidaklah sejalan dengan
harapan.
Masalah di atas tentu jika dibiarkan terus menerus
akan mengakibatkan kehancuran, untuk itu diperlukan suatu cara menciptakan
dunia damai tanpa ada kekerasan karena konflik agama. Sebenarnya cara ini lebih
kepada sebuah refleksi, yang pertama ialah kita harus tahu terlebih dahulu apa
itu agama, apa tujuan adanya agama, dan kenapa ada bermacam-macam agama di
dunia ini. Karena jika kita sudah mengerti dan memahami akan poin-poin di yang
saya sebutkan, itu akan mempermudah diri kita melakukan cara-cara yang lain. Cara
yang kedua ialah sikap pluralitas. Sedang cara yang ketiga ialah mengatur dan
menjaga diri kita agar tidak menimbulkan hal-hal yang memicu adanya konflik
Agama itu sebenarnya sebuah sarana kita mencapai
kemuliaan menuju sang Pencipta kita. Agama ada untuk meluruskan jalan kita yang
salah dan sebagai alat untuk membimbing kita menuju Sang Pencipta. Serta kenapa
di dunia kita ini agama begitu banyak? Hal ini karena sebenarnya manusia satu
dengan yang lain mempunyai cara pandang berbeda, begitupun cara pandang mereka
terhadap Tuhan. Untuk lebih gamblangnya, saya mengibaratkan Tuhan itu seperti
kotak kardus. Sedang kita umatnya adalah pengamat kardus tersebut. Ada yang
melihat dari bawah, atas, samping kiri, samping kanan, diagonal, dll. Jika kita
pikirkan secara logika, tentu tidak akan pernah sama antara yang dilihat oleh
orang yang berada di bawah dan berada di atas. Begitu juga agama kita, mungkin
cara ibadat dan cara memuja Tuhan berbeda-beda, tetapi intinya tetap satu yaitu
Tuhan itu satu. Dari penjelasan saya di atas, jika orang sudah mampu
memahaminya dengan baik pasti konflik akan agama bisa dikurangi.
Cara yang kedua adalah sikap pluralitas. Pluraitas
ini adalah suatu sikap penghargaan kepada orang lain yang berbeda dengan kita,
tetapi bukan dengan menjdikan suatu perbedaan itu sama dengan kita. Dari
pengertian ini kita dapat tahu bukan bahwa pentingnya pluralitas dalam
kehidupan beragama. Sikap pluralitas ini sangat diperlukan karena percuma jika
seseorang memahami dan mengerti agama tetapi tidak mempunyai sikap pluralitas.
Karena sebenarnya menurut saya sikap pluralitas inilah yang menjadi kunci
kedamaian antar umat beragama.
Namun, kedua cara tersebut tidak akan maksimal
jika pengelolaan diri sendiri kurang bagus. Jadi kita perlu menambahkan cara
yang ketiga yaitu kita harus mengatur dan menjaga diri kita agar tidak
menimbulkan hal-hal yang memicu adanya konflik. Karena kita datang ke dunia ini
sesungguhnya diutus untuk menjadi pembawa damai bagi sesama.
Jika, ketiga cara tersebut dihayati dan dilaksanakan
dengan sunguh-sungguh saya yakin, konflik karena permasalahan agama tidak akan
terjadi. Betapa indah jika kita bisa hidup damai tanpa adanya konflik karena
agama. Karena Agama bukanlah suatu hal yang digunakan sebagai alasan untuk
membangun konflik, tetapi melainkan sarana untuk membangun kehidupan damai. Seperti
motto di bawah ini :
”Don’t Try to Use the religion as the tool to
war, because it’s same with lower the religion”
Friday, 16 November 2012
Praktikum Media dan Reagensia
A.
Pembuatan Larutan EDTA 10% dalam 100 mL
1. Tujuan
Praktikum
Praktikan dapat membuat larutan EDTA dengan metode yang
benar dan tepat.
2. Alat-alat
|
No.
|
Nama
Alat
|
Ukuran
|
Jumlah
|
|
1
|
Gelas Ukur
|
100
mL
|
1
|
|
2
|
Gelas Kimia(Bekker Glass)
|
100
mL
|
1
|
|
3
|
Kertas Timbang
|
-
|
1
|
|
4
|
Sendok
|
-
|
1
|
|
5
|
Gelas Pengaduk(Spatula)
|
-
|
1
|
|
6
|
Corong
|
-
|
1
|
|
7
|
Botol Penyimpan
|
-
|
1
|
|
8
|
Neraca Analitik
|
-
|
1
|
3. Bahan
a.
Akuades
b.
EDTA/C10H10N2Na2O8.2H20(serbuk)
4. Prosedur
a.
Siapkan
terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum.
b.
Hitung
berapa massa EDTA yang dibutuhkan untuk membuat larutan EDTA 10% dalam 100 mL.
g =
X vol larutan yang
diinginkan
g =
X 100 mL
g = 10 gram
c.
Setelah
itu, timbang bahan dengan neraca analitik di atas kertas timbang.
d.
Kemudian
tuang serbuk EDTA ke dalam gelas kimia.
e.
Ukur
akuades dengan gelas ukur sebanyak 100mL, lalu tuang dalam gelas kimia yang
sudah berisi EDTA.
f.
Aduk
dengan gelas pengaduk atau spatula sampai larut seluruhnya.
g.
Simpan dalam botol penyimpan.
h.
Beri label
keterangan nama larutan, konsentrasi, tanggal pembuatan, dan nama prodi.
5. Hasil
|
EDTA sebelum jadi larutan
|
EDTA setelah jadi larutan
|
|
Serbuk EDTA berwarna putih
|
Larutan EDTA berwarna bening
|
B.
Pembuatan Larutan CuSO4 1% dalam 100
mL
1.
Tujuan Praktikum
Praktikan dapat membuat
larutan CuSO4 dengan metode yang benar dan tepat
2.
Alat-Alat
|
No.
|
Nama
Alat
|
Ukuran
|
Jumlah
|
|
1
|
Gelas Ukur
|
100
mL
|
1
|
|
2
|
Gelas Kimia(Bekker Glass)
|
100
mL
|
1
|
|
3
|
Kertas Timbang
|
-
|
1
|
|
4
|
Sendok
|
-
|
1
|
|
5
|
Gelas Pengaduk(Spatula)
|
-
|
1
|
|
6
|
Corong
|
-
|
1
|
|
7
|
Botol Penyimpan
|
-
|
1
|
|
8
|
Neraca Analitik
|
-
|
1
|
3.
Bahan
a.
Akuades
b.
Tembaga(II) Sulfat/CuSO4 (serbuk)
4.
Prosedur
a.
Siapkan
terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum.
b.
Hitung
berapa massa CuSO4 yang dibutuhkan untuk membuat larutan CuSO4
1% dalam 100 mL.
g =
X vol larutan yang
diinginkan
g =
X 100 mL
g = 1
gram
c.
Setelah
itu, timbang bahan dengan neraca analitik di atas kertas timbang.
d.
Kemudian
tuang serbuk CuSO4 ke dalam gelas kimia.
e.
Ukur
akuades dengan gelas ukur sebanyak 100mL, lalu tuang dalam gelas kimia yang
sudah berisi CuSO4.
f.
Aduk
dengan gelas pengaduk atau spatula sampai larut seluruhnya.
g.
Simpan dalam botol penyimpan.
h.
Beri label
keterangan nama larutan, konsentrasi, tanggal pembuatan, dan nama prodi.
5.
Hasil
|
CuSO4 sebelum jadi
larutan
|
CuSO4
setelah jadi larutan
|
|
Serbuk CuSO4 berwarna biru
|
Larutan EDTA berwarna biru bening
|
C.
Pembuatan
Larutan Kalium Heksasiano Ferat(III) 1 % dalam 100 mL
1.
Tujuan Praktikum
Praktikan dapat membuat larutan K3[Fe(CN)6]
dengan metode yang benar dan tepat
2.
Alat-Alat
|
No.
|
Nama
Alat
|
Ukuran
|
Jumlah
|
|
1
|
Gelas Ukur
|
100
mL
|
1
|
|
2
|
Gelas Kimia(Bekker Glass)
|
100
mL
|
1
|
|
3
|
Kertas Timbang
|
-
|
1
|
|
4
|
Sendok
|
-
|
1
|
|
5
|
Gelas Pengaduk(Spatula)
|
-
|
1
|
|
6
|
Corong
|
-
|
1
|
|
7
|
Botol Penyimpan
|
-
|
1
|
|
8
|
Neraca Analitik
|
-
|
1
|
3. Bahan
a.
Akuades
b.
Kalium
Heksasiano Ferat(III)/ K3[Fe(CN)6] (serbuk)
4. Prosedur
a.
Siapkan
terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum.
b.
Hitung
berapa massa K3[Fe(CN)6] yang dibutuhkan untuk membuat
larutan K3[Fe(CN)6] 1% dalam 100 mL.
g =
X vol larutan yang
diinginkan
g =
X 100 mL
g = 1
gram
c.
Setelah
itu, timbang bahan dengan neraca analitik di atas kertas timbang.
d.
Kemudian
tuang serbuk K3[Fe(CN)6] ke dalam gelas kimia.
e.
Ukur
akuades dengan gelas ukur sebanyak 100mL, lalu tuang dalam gelas kimia yang
sudah berisi K3[Fe(CN)6].
f.
Aduk
dengan gelas pengaduk atau spatula sampai larut seluruhnya.
g.
Simpan dalam botol penyimpan.
h.
Beri label
keterangan nama larutan, konsentrasi, tanggal pembuatan, dan nama prodi.
5. Hasil
|
K3[Fe(CN)6] sebelum jadi larutan
|
K3[Fe(CN)6] setelah jadi larutan
|
|
Serbuk K3[Fe(CN)6] berwarna kuning
|
Larutan K3[Fe(CN)6]
berwarna kuning bening
|
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
