Penyakit Hati, bukan Sirosis, Liver maupun Hepatitis
Saat itu ketika kmu bru saja terbngun dari tidurmu dan mendapati hati terluka parah dan menganga.
Engkau begitu merasakan sakit yg tak tertahankan, pilu rasanya sampai kamu tak sanggup lagi bernafas.
Engkau
mencoba mengingat apa sbenarny yg tlah terjadi, tapi ketika engkau
ingin mengingat lukamu bertambah parah dan darah mu mengucur, begitu
sakit sangat sakit. Sampai sampai engkau lebih memilih kematian
ketimbang harus hidup dengan menanggung kesakitan.
Tapi Tuhan
masih mengijinkan mu hidup, jadi engkau menjalani hidup tanpa perasaan,
kekosongan yang tampak dimatamu. Pilu itu masih terus menyerangmu.
Pernah suatu kali kamu mencoba membunuh dirimu, namun kamu masih
selamat.
Fisikmu kini sudah berubah gadis. Kamu yang dulu cantik, dan wjahmu selalu bersinar ketika kamu tertawa tidak ada lg.
Kini engkau bagai mayat hidup.
Sampai
suatu saat engkau bertemu dengan seorang pemuda. Ia begitu iba melihat
wajahmu yg seperti mati. Ia berkenalan dengan mu, engkau terima tapi tak
pernah sejenak pun kamu menganggap dia ada. Engkau sibuk dengan
duniamu, engkau sibuk dengan hatimu yang masih menganga. Engkau sibuk
memikirkan cara untk mengakhiri hidupmu.
Bersambung........
No comments :
Post a Comment